KALABORASI AKADEMIK STISIPOL CANDRADIMUKA DAN UTHM MALAYSIA MELALUI INTERNASIONAL VISITING LECTURE
Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan tamu undangan dari STISIPOL Candradimuka maupun UTHM Malaysia. Beberapa perwakilan yang hadir yaitu Dr. Lishapsari Prihatini selaku Head of STISIPOL Candradimuka, serta Dr. Harliana binti Halim dan Dr. Riki Rahman dari UTHM.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Malaysia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil STISIPOL Candradimuka dan doa bersama. Selanjutnya, perwakilan dari kedua institusi menyampaikan sambutan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara STISIPOL Candradimuka dan UTHM Malaysia.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi acara kerja sama antaruniversitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia dan Malaysia untuk saling mengenal. Mereka bisa berinteraksi, bertukar pengalaman, sekaligus melihat perbedaan lingkungan akademik dan budaya dari masing-masing negara.
Salah satu mahasiswa UTHM, Muhammad Afiiz Aminayub, menceritakan pengalamannya selama berada di STISIPOL Candradimuka. Menurutnya, selama berada di Palembang ada banyak hal baru yang ia temukan dan berbeda dari Malaysia. Salah satunya adalah makanan tradisional Palembang, yaitu pempek, yang memang ingin ia coba ketika datang ke Palembang. Selain pengalaman tersebut, Afiiz juga berharap kerja sama antara STISIPOL Candradimuka dan UTHM bisa terus dilanjutkan melalui program pertukaran mahasiswa.
“Harapan saya kepada STISIPOL adalah teruskan buat exchange student antara fakulti-fakulti ataupun universiti-universiti lain,” ujar Afiiz.
Menurut Afiiz, program pertukaran mahasiswa juga bisa diperluas ke negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura. Dengan adanya program seperti ini, mahasiswa dapat saling berbagi informasi, teknologi, pendapat, dan budaya.
Dari sisi mahasiswa STISIPOL Candradimuka, kerja sama ini juga dianggap dapat memberikan wawasan baru. M. Muslimin Fathullah atau yang biasa dipanggil Afad, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara,mengatakan bahwa kerja sama dengan UTHM dapat membantu mahasiswa memahami perbedaan administrasi publik dan sistem pemerintahan antara Indonesia dan Malaysia. Menurut Afad, salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dari kerja sama ini adalah studi banding. Dengan begitu, mahasiswa khususnya dari Ilmu Administrasi Negara dapat melihat secara langsung bagaimana sistem birokrasi yang ada di Malaysia.
“Mungkin bakalan ada studi banding dari kerja sama ini untuk menambah wawasan anak-anak dari STISIPOL Candradimuka, terutama Ilmu Administrasi Negara, untuk mengetahui bagaimana birokrasi di sana,” jelas Afad.
Ia juga berharap mahasiswa STISIPOL nantinya memiliki kesempatan untuk mengunjungi Malaysia dan mempelajari sistem birokrasi di sana secara langsung. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat membandingkan sistem yang diterapkan di kedua negara dan melihat kebijakan publik yang bisa menjadi bahan pembelajaran.
Sementara itu, Karti Marni, mahasiswa Ilmu Politik STISIPOL Candradimuka semester 5, juga memberikan pandangannya mengenai kegiatan tersebut. Menurut Karti, kolaborasi antara STISIPOL Candradimuka dan UTHM merupakan kegiatan yang sangat baik untuk memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia. Ia berharap mahasiswa nantinya bisa sama-sama belajar mengenai kebijakan publik yang diterapkan di Malaysia.
“Hubungan ini mudah-mudahan nantinya salah satunya adalah kita juga sama-sama belajar dari kebijakan publik yang ada di Malaysia,” ujar Karti.
Selain membahas kerja sama akademik, kegiatan ini juga memperlihatkan adanya komunikasi antarbudaya antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Siti Khodijah binti Amirudin, mahasiswa UTHM Malaysia, mengatakan bahwa ia menemukan beberapa perbedaan selama berada di Indonesia. Salah satu perbedaan yang ia perhatikan adalah waktu perkuliahan. Menurut Siti, perkuliahan di Indonesia bisa dimulai sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi, sedangkan di Malaysia biasanya dimulai sekitar pukul 08.00 atau 09.00. Ia juga melihat adanya perbedaan suasana lingkungan antara Malaysia dan Palembang. Namun, menurutnya, perbedaan dalam bidang akademik tidak terlalu jauh dan lebih terlihat dari jurusan atau bidang studi yang diambil. Dalam berkomunikasi, perbedaan bahasa antara Indonesia dan Malaysia juga menjadi hal yang menarik. Walaupun terdapat beberapa perbedaan dalam penggunaan bahasa, hal tersebut tidak menjadi hambatan besar bagi mahasiswa dari kedua negara untuk berinteraksi. Kedekatan bahasa dan budaya membuat komunikasi menjadi lebih mudah.
Melalui kegiatan International Visiting Lecture ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik dan budaya dari negara lain. Tidak hanya mendapatkan materi atau informasi, mahasiswa juga bisa berkomunikasi secara langsung dengan mahasiswa dari Malaysia dan saling bertukar pengalaman.
Kerja sama antara STISIPOL Candradimuka dan UTHM Malaysia diharapkan dapat terus berlanjut dan menghasilkan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat, seperti pertukaran mahasiswa, studi banding, maupun kegiatan akademik bersama. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru dan memperluas wawasan di luar lingkungan kampus.
Baca juga : http://himakomstc.blogspot.com/2026/03/himpunan-mahasiswa-ilmu-komunikasi_8.html




Tidak ada komentar: